Pabrik Roti Indonesia di Jalur Gaza

VIVAnews - Salah satu tim kemanusiaan dari Indonesia membangun sebuah pabrik roti di Gaza, Palestina. Pembangunan itu dimaksudkan untuk membantu masyarakat Gaza yang kesulitan bahan pangan karena situasi perang yang terus berlanjut.

Koordinator Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa (DD) Sunaryo Adhiatmoko menyatakan, pembangunan pabrik roti itu membutuhkan dana sebesar Rp 1 miliar.

Pihaknya membantu penyediaan dana untuk pembangunan pabrik tersebut menggunakan dana bantuan masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui DD. Bantuan itu, bagian dari total Rp 2,5 miliar dana yang dialokasikan DD untuk warga Palestina di Gaza.

"Pembiayaan pembangunan ini disetujui setelah memetakan situasi di lapangan dan mendapat masukan dari masyarakat, ulama, dan tokoh-tokoh. Salah satu yang mereka sarankan, kami membangun pabrik roti. Karena memang merupakan kebutuhan mendesak, ya, ini yang ditindaklanjuti," ujar Sunaryo Adhiatmoko melalui telepon dari Jabaliya, Gaza Utara, Selasa 3 Februari 2009.

Disebutkan Sunaryo, agresi Israel ke Gaza menyebabkan kehidupan ekonomi masyarakat kecil di Gaza makin sulit. Serangan Isreal juga membuat sejumlah pusat pembuatan roti di Gaza hancur. Padahal, pusat pembuatan roti ini bagian penting dari suplai kebutuhan hidup warga Gaza.

Pembangunan pabrik roti tersebut, merupakan salah satu cara mengatasi masalah ini. Dalam pelaksanaannya, DD bekerjasama dengan Islamic Society yang berpusat Jabaliya Nazla City, sebagai lembaga lokal yang akan menjalankan program tersebut.

Pernah Anulir Vonis Mati Sambo, Kabar Majunya Suharto jadi Wakil Ketua MA Dikritisi

Penandatanganan kerjasama dilakukan, pada hari ini, sekaligus tanda dimulainya pembangunan pabrik tersebut. "Kita perkirakan sebulan ke depan, pabrik ini akan selesai dibangun dan sudah bisa dioperasikan," kata Sunaryo.

Ilustrasi mata uang Jepang

Yen Amblas ke Level Terendah dalam 34 Tahun, Menkeu Jepang Bakal Ambil Tindakan

Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki menyatakan, akan mengambil tindakan yang tepat terhadap pergerakan pasar mata uang yang berlebihan.

img_title
VIVA.co.id
20 April 2024